Hidup akan lebih indah bila dekat dengan keluarga

August 3rd, 2007 by canter-gantenk

Manusia hidup pati akan membutuhkan manusia yang lainnya, terkecuali kalo memang manusia itu mempunyai keinginan menutup dirinya sendiri dari manusia yang lainnya. Sulit memang bila kita menemukan orang yang mempunyai karakter " manusia yang dengan sengaja menutup dirinya dengan manusia yang lainnya..

hidup akan lebih indah bila kita bersama manusia lainnya, terlebih dengan keluarga, karena keluarga yang membuat manusia itu ada………….

AKHIRI DENGAN INDAH

July 28th, 2007 by canter-gantenk

Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tinggal 10 hari lagi, sampai saat ini saya masih dalam kebinguan yang sangat besar. Sudah banyak informasi yang kita dapat dari berbagai media. Calon Adang- Dani mengusung dirinya sebagai pembela kaum miskin kota (Maksud lo, ga tau cos bang adang dah ketemu wardah hafiz kepala Urban Poor community / UPC, yang pernah bermasalah dengan Forum Betawi Rempug juga sekarang mendukung adang “tumben akur”) dan yang paling spekta kuler adalah janji politik yang akan direalisasikannya adalah pendidikan Gratis di wilayah Jakarta. Calon Gubernur Fauzi-Priyanto juga tak kalah menariknya dalam menyampaikan janji-janiji politiknya, dimulai dari membuat jalan Tol yang berlapis-lapis, penanganan banjir, yang semuanya merupakan suatu bentuk proyek-proyek yang saya liat sangat besar nantinya bila direalisasikan. Ini adalah bagian kecil dari bagian besar yang tidak dimasukan dalam membandingkan kedua calo0n DKI 1 ini.

Jaksel05

            Menurut pendapat pribadi saya, dari kedua pasangan calon dari sebagian janji politiknya ini khususnya yang tertera diatas semuanya berada diambang sangat membingungkan (kurang Rasional). Yang pertama (Adang-Dani) menciptakan pendidikan Gratis?, pemerintah Indonesia saja melepas subsidi pendidikan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) khususnya yang bersekala besar di Indonesia, dalam sudut pandang saya yang amat sempit rasanya sangat tidak mungkin pendidikan gratis akan terealisir, karena dalam pemahaman saya pendidikan gratis haruslah berlaku dalam sgala aspek status sosial yang ada di Jakarta barulah hal itu dapat dijadikan janji politik (karena aspeknya berlaku secara menyeluruh). Ada pertanyaan buat Bang Adang-Dani bila pendidikan gratis diberlakukan apakah gaji para guru akan diperhatikan?, apakan ada jaminan tidak guru akan sejahtera bila hal ini berlangsung?, bagaimana nasip sekolah-sekolah swasta yang bayarannya mahal? (apa itu gratis juga?), apa bisa ada jaminan tidak ada kebijakan yang tidak akan menekan sektor pendidikan swasta untuk bisa menyelaraskan biayanya supaya jangan melunjak tinggi?, sebenarnya masih banyak lagi sih pertanyaan-pertanyaan tapi saya tau pertanyaan ini mungkin tidak bisa dijawab (maksudnya ada yang jawab perwakilan dari team kampanye mereka, kalau ada makasih sebelumnya). Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pendidikan tambah hari tambah mahal, hal ini biasa disebut kapitalisasi pendidikan, hal ini tentu saja menjadi perdebatan yang cukup panjang bila mana hal ini bibahas lebih lanjut, karena contoh yang sederhana bisa dijadikan sample; disatu fihak banyak biaya-biaya yang harus diberikan sekolah untuk bisa menjalankan pendidikan itu dengan baik dari bayar listrik, byar guru yang punya tanggungan yang banya pula, bayar tempat/lain-lainnya. Disatu fihak banyak juga masyarakat tidak punya uang untuk bayar. Ini sih tentunya tantang bagi yang bisa merealisasikan pendidikan geratis karena bila mana hal ini terealisasikan maka fungsi pemerintah sebagai pelayan masyarakat akan tercapai. Mudah-mudahan ada solusi yang terbaik, dan jangan hanya sekedar janji……. Please…. ^_^

65319404402408072007nmrurutpilkada1

Yang kedua adalah janji politik Fauzi-Priyanto, dengan membangun beberapa mega proyek yang tujuannya adalah menyelamatkan jakarta dari berbagai bencana yang ada dan berlangsung mungkin bisa setiap saat seperti banjir, macet, dsb. Dengan memnbuat transportasi yang baik seperti menambah BusWay jadi beberapa koridor ladi, Monorail, Subway (2012 kayanya?), waterway, banjir kanal timur n kalo gasalah barat juga ya?. Sunggung dasyat dan banyak lagi… beberapa proyek ini merupakan proyek warisan dari bang yos (guberbur sutiyoso), ini merupakan proyek yang sangat fantastis dan mungkin hal ini tercipta dikarenakan latar belakang Fauzi yang sarjana di bidang pembangunan-pembangunan ini (Insinyur gitu kaya si Doel dari German lagi kalo kata Ali sadikin, Maksudnye?gatau deh?)

?). lagi-lagi buat kita bingung banyak rencana pasti banyak dana yang keluar, yang menjadi pertanyaan ane ni bang (sekali lagi mudah-mudahan ada yang jawab perwakilan dari team kampanye mereka, kalau ada makasih sebelumnya) sebagaimana kita ketahui bersama banyak bupati, guberbur di Indonesia yang saat ini ditangkap-tangkapin oleh polisi n Komisi Pemberantasan Korupsi karena banyak melakukan penyelewengan dalam proyek-proyek yang mereka buat, ya mudah-mudahan kita bisa lihat perbedaan dari pasangan ini kedepan (maksudnya jangan sampe diperiksa KPK gitu), mereka bisa merealisasikan tanpa meninggalkan jejak yang kurang berkenan, kalo kata ”PeretPan biar hujan yang menghapus jejakmu” jangan ada sejarah kelam masuk kantor polisi…. dan yang tak kalah pentingnya lagi tolong kalo misalnya hal ini terealisir n bang Foke menang contohnya, tolong di buat Planing yang baik (itu tugasnya Insinyur juga loh, dalam tataran perencanaan proyek-proyek mereka) maksudnya jangan sampai ada kemacetan disana sini, jangan sampe ada yang tersumbat (got, kali, selokan, ect) karena pengelolaan proyek yang karena ingin dilihat masyarakat aja adapembangunan, sorry bang kita dah males nunggu berjam-jam Cuma karena macet pembangunan Underpass lah, Busway beberapa bulan yang lalu, monorail, n masih banyak lagi….

            Maksud dari akhiri dengan indah, semua janji-janji bisa terealisasi tanpa ada penyelewengan tanpa ada pelanggaran hukum dan HAM, (heheh maksudlo?), jadi bukan penandatangana siap menang siap kalah aja, tapi harus ada Memoradum Of Understanding (MOU) tentang akhiri dengan indah… begitu maksunya bapak-bapak ibu-ibu sekalian yang saya hormati..

            Thanks dah nyempetin baca Blong ini…

Mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan saya n kalian semua, kita ciptakan

Indonesia

bermartabat 2010, BEKERJA UNTUK KEUNGGULAN BANGSA, BANGUN NEGARA KESATUAN

INDONESIA

………

Silaturahmi berkedok kepentingan

July 26th, 2007 by canter-gantenk

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beberapa pulau, dan sudah barang tentu Indonesia dapat dikategorikan sebagai negara kepulaunan. Bila kita melihat kebelakang ketika jaman Majapahit diperkirakan wilayah kekuasaannya sampai ke wilayah Afrika, hal ini dapat menjadikan tolak ukur bagaimana besarnya bangsa Indonesia dari dahulu hingga sekarang. Pengakuan Indonesia sebagai salah satu negara yang besar tidak bisa terbantahkan lagi, terlebih bila dilihat dari berbagai aspek historis yang dimiliki bangsa Indonesia.

Indonesia negara yang memiliki posisi geostrategis yang sangat penting, baik dari sisi keamanan pertahanan nasional, regional, dan bahkan global. Di jaman perang dingin kawasan Indonesia juga sempat menjadi rebutan pihak-pihak yang berkonflik dalam hal ini Uni Soviet/Rusia Melawan Amerika Serikat beserta sekutunya.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         Posisi Strategis Indonesia sangat disadari betul oleh pemimpin Revolusi Indonesia yang merupakan presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno maka banyak hal yang dilakukan beliau dalam mencermati wilayah Indonesia termasuk wilayah laut, contohnya beliau pernah menyampaikan pidato yang berjudul ”Geopolitik dan Geostrategi” yang disampaikan pada pidato pembukaan Pendidikan Lembaga Pertahanan Nasional (LEMHANAS) tahun 1962, dimana isinya merupakan cerminan harapan kedepan seorang pemimpin bangsa agar kedepan Indonesia bisa menjadi negara maritim terbesar di dunia.[1]

Memiliki pulau yang jumlahnya 17.499 pulau secara keseluruhan termasuk pulau besar sampai yang terkecil, oleh karena itu Indonesia dapat dikategorikan sebagai negara kepulauan yang terbesar di dunia dalam konteks sesungguhnya bukan pada tataran kemajuan secara teknologi dan perkembangan lainnya sebagai bangsa yang besar dalam aspek maritim, selain itu daratan Indonesia hanya 25% dari 7,7 juta kilo meter persegi sehingga mengakibatkan luas lautan seluar 5,8 juta kilo meter persegi atau 75%.[2]

Dari hal-hal yang dijelaskan diatas antara lain banyaknya pulau-pulau yang dimiliki Indonesia, luas wilayah yang sangata besar menyebabkan Indonesia harus meningkatkan keamanan teritorialnya terhadap ancaman dari negara lain yang dapat menganggu kedaulatan Indonesia. Tantangan keamanan teritorial yang mengemuka dapat menciptakan konflik antar negara. Inter state conflict (konflik antar negara) merujuk pada tingkat kompetisi antarnegara yang memperoleh sumber daya alam dan klaim terhadap batas – batas nasional dan teritorial.[3] Sesungguhnya banyak masalah konflik perbatasan yang dialami oleh Indonesia sebagai negara yang berdaulat, masalah seperti celah timor, perairan natuna, ambalat, dan yang paling terbaru adalah masalah reklamasi pantai Singapura.

Issue yang berkembang dampak dari kedatangan mantan perdana menteri singapura Lee Khuan Yu ke Indonesia, dan juga sekaligus bertemu beberapa mantam presiden RI dan juga merupakan para tokoh yang sangat disegani sampai sekarang bukanlah sekedar silaturahmi yang bernuansa kekerabatan, atau lazimnya seperti silaturahmi budaya Indonesia pada umumnya. Dipasangnya mantan perdana menteri singapura, yang juga merupakan bapak dari perdana menteri yang sekarang menjabat.

_884459_lee150_1

            kalau mata kita tidak salah melihat Mr. Lee ini, sudah cukup tua bila dia dijadikan alat kepentingan yang mana akan memperumit perjalanan hidup dia dalam usia yang sudah cukup tua ini. sudah seharusnya sebagai bangsa yang berdaulat kita tidak perlu lagi mendapat campur tangan seorang, atau siapaun yang mana akan mempengaruhi kebijakan yang beraspek dari kedaulatan kita (bangsa indonesia-red) sebagai suatu bangsa. sudah cukup lahan kita dirusak diperbatasan kepulauan Riau, dengan merusak beberapa pulau yang menjadi Borderland bangsa ini. dan sehingga singapura diuntungkan dengan bertambah 20% sapai 30% daratannya. bisa melihat gambar dibawa, atau kunjungi situs yang direkomendasikan dibawah.

Singaporemap_1 http://rds.yahoo.com/_ylt=A9G_RtshhqlGwAcA3UejzbkF/SIG=12t5c8475/EXP=1185601441/**http%3A//staff.science.nus.edu.sg/~sivasothi/blog/index.php%3Fdate=20050805

            Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan mempertahankan segala sesuatu yang ada dan berasal dari wilayah ibu pertiwi-nya. Oleh karena itu sebagai bangsa yang berdaulat patutlah singapura menghargai hal tersebut, dan sebagai bangsa yang besar pun bisa menghargai kedaulatan bangsa lain termasuk singapur baik melalui kebijakan ekspor pasir, ratifikasi pertahanan yang melibatkan indonesia vs. Singapura. Semuanya perlu aturan, dan semua aturan itu perlu persetujuan masyarakat indonesia secara keseluruhan mulalui pinntu-pintu yang sudah diatur dalam ranah demokrasi dewasa ini (dalam hal ini DPR RI). Dan juga sebagai elit yang diberikan amanah oleh masyarakat indonesia patutlah melihat dan menggunakan hati nurani yang bisa membaca alur pikir masyarakat/rakyat, yang sekarang mengalami kekecewaan sekala sikologis dengan pemerintahan yang sedang berjalan…. yang jelas jangan kecewakan masyarakat yang sudah memilih wahai elit-elit yang duduk dikursi panas DPR RI, perjuangkan dan pertahankan kedaulatan bangsa kita….



[1] Nono. Sampono, Perspektif sistem pendidikan nasional dalam mendukung pembangunan kelautan menuju kejayaan Indonesia, Makalah Singkat Inspektur Jendral Angkatan Laut May.Jen (Mar) Nono Sampono,(4 Mei 2007) Hal. 17-18.

[2] Ibid, Hal. 2-3.

[3] Anak Agung Banyu Perwita, “Sekuritisasi Isu Maritim: Koordinasi Nasional dan Kerangka Kerja Sama Keamanan Maritim Regioanal di Asia Tenggara”, jurnal politik Internasional Vol.7 No.1 (November 2004), hal. 36.

Membangun kesadaran

July 24th, 2007 by canter-gantenk

sangat mungkin dijaman sekarang banyak orang yang kurang peka dan sadar akan dunia sekitarnya. apa ini disebabkan oleh kesibukan masing-masing? apakah memang manusianya yang tidak dewasa dalam mensikapi dunia sekitarnya/lingkungan…

gw sangat khawatir dengan menurunnya partisipasi politik anak muda Indonesia baik dalam Pemilihan kepala daerah, pemilihan partai politik, dan pemilihan apapun… terlepas dari mereka tidak suka dengan format demokrasi, dan pola partisipasi yang diterapkan oleh bangsa ini tidak berkenaan dengan idiologi yang mereka miliki…

namun bangsa ini perlu berjalan menyesuaikan dengan perkembangan jaman, kalau bangsa kita berhenti sedetik saja mengakibatkan kemunduran secara menyeluruh beberapa tahun kebelakang, oleh karena itu bila mana penciptaan manusia itu didasari dan dilengkapi oleh hati nurani gw rasa bagi kaum muda tau atau tidak tau tentang proses demokrasi yang sedang berlangsung tolong ikut serta dalam proses tersebut, karena tanpa kita sadari proses tersebut memakan biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk mengakomodir kepentingan kita dalam proses pemilihan tersebut…

gw rasa masih banyak kader-kader penerus bangsa yang sadar akan hal itu, makanya kita sama-sama untuk bisa terus menerus memberikan pemahaman/sumbang saran melalui media apapun gunanya untuk memajukan bangsa kita kedepan… coba liat bagaimana tumbuh pesatnya persepak bola an tanah air, hal itu disebabkan bangsa kita sudah bisa dewasa untuk bisa membuka diri bersaing dengan personal-personal yang berasal dari negara lain, dan ikut dalam proses apapun, baik proses kompetetisi dalam negeri yang digalakan, ataupun dalam proses kompetisi diluar negeri….

check out