Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tinggal 10 hari lagi, sampai saat ini saya masih dalam kebinguan yang sangat besar. Sudah banyak informasi yang kita dapat dari berbagai media. Calon Adang- Dani mengusung dirinya sebagai pembela kaum miskin kota (Maksud lo, ga tau cos bang adang dah ketemu wardah hafiz kepala Urban Poor community / UPC, yang pernah bermasalah dengan Forum Betawi Rempug juga sekarang mendukung adang “tumben akur”) dan yang paling spekta kuler adalah janji politik yang akan direalisasikannya adalah pendidikan Gratis di wilayah Jakarta. Calon Gubernur Fauzi-Priyanto juga tak kalah menariknya dalam menyampaikan janji-janiji politiknya, dimulai dari membuat jalan Tol yang berlapis-lapis, penanganan banjir, yang semuanya merupakan suatu bentuk proyek-proyek yang saya liat sangat besar nantinya bila direalisasikan. Ini adalah bagian kecil dari bagian besar yang tidak dimasukan dalam membandingkan kedua calo0n DKI 1 ini.
Menurut pendapat pribadi saya, dari kedua pasangan calon dari sebagian janji politiknya ini khususnya yang tertera diatas semuanya berada diambang sangat membingungkan (kurang Rasional). Yang pertama (Adang-Dani) menciptakan pendidikan Gratis?, pemerintah Indonesia saja melepas subsidi pendidikan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) khususnya yang bersekala besar di Indonesia, dalam sudut pandang saya yang amat sempit rasanya sangat tidak mungkin pendidikan gratis akan terealisir, karena dalam pemahaman saya pendidikan gratis haruslah berlaku dalam sgala aspek status sosial yang ada di Jakarta barulah hal itu dapat dijadikan janji politik (karena aspeknya berlaku secara menyeluruh). Ada pertanyaan buat Bang Adang-Dani bila pendidikan gratis diberlakukan apakah gaji para guru akan diperhatikan?, apakan ada jaminan tidak guru akan sejahtera bila hal ini berlangsung?, bagaimana nasip sekolah-sekolah swasta yang bayarannya mahal? (apa itu gratis juga?), apa bisa ada jaminan tidak ada kebijakan yang tidak akan menekan sektor pendidikan swasta untuk bisa menyelaraskan biayanya supaya jangan melunjak tinggi?, sebenarnya masih banyak lagi sih pertanyaan-pertanyaan tapi saya tau pertanyaan ini mungkin tidak bisa dijawab (maksudnya ada yang jawab perwakilan dari team kampanye mereka, kalau ada makasih sebelumnya). Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pendidikan tambah hari tambah mahal, hal ini biasa disebut kapitalisasi pendidikan, hal ini tentu saja menjadi perdebatan yang cukup panjang bila mana hal ini bibahas lebih lanjut, karena contoh yang sederhana bisa dijadikan sample; disatu fihak banyak biaya-biaya yang harus diberikan sekolah untuk bisa menjalankan pendidikan itu dengan baik dari bayar listrik, byar guru yang punya tanggungan yang banya pula, bayar tempat/lain-lainnya. Disatu fihak banyak juga masyarakat tidak punya uang untuk bayar. Ini sih tentunya tantang bagi yang bisa merealisasikan pendidikan geratis karena bila mana hal ini terealisasikan maka fungsi pemerintah sebagai pelayan masyarakat akan tercapai. Mudah-mudahan ada solusi yang terbaik, dan jangan hanya sekedar janji……. Please…. ^_^

Yang kedua adalah janji politik Fauzi-Priyanto, dengan membangun beberapa mega proyek yang tujuannya adalah menyelamatkan jakarta dari berbagai bencana yang ada dan berlangsung mungkin bisa setiap saat seperti banjir, macet, dsb. Dengan memnbuat transportasi yang baik seperti menambah BusWay jadi beberapa koridor ladi, Monorail, Subway (2012 kayanya?), waterway, banjir kanal timur n kalo gasalah barat juga ya?. Sunggung dasyat dan banyak lagi… beberapa proyek ini merupakan proyek warisan dari bang yos (guberbur sutiyoso), ini merupakan proyek yang sangat fantastis dan mungkin hal ini tercipta dikarenakan latar belakang Fauzi yang sarjana di bidang pembangunan-pembangunan ini (Insinyur gitu kaya si Doel dari German lagi kalo kata Ali sadikin, Maksudnye?gatau deh?)
?). lagi-lagi buat kita bingung banyak rencana pasti banyak dana yang keluar, yang menjadi pertanyaan ane ni bang (sekali lagi mudah-mudahan ada yang jawab perwakilan dari team kampanye mereka, kalau ada makasih sebelumnya) sebagaimana kita ketahui bersama banyak bupati, guberbur di Indonesia yang saat ini ditangkap-tangkapin oleh polisi n Komisi Pemberantasan Korupsi karena banyak melakukan penyelewengan dalam proyek-proyek yang mereka buat, ya mudah-mudahan kita bisa lihat perbedaan dari pasangan ini kedepan (maksudnya jangan sampe diperiksa KPK gitu), mereka bisa merealisasikan tanpa meninggalkan jejak yang kurang berkenan, kalo kata ”PeretPan biar hujan yang menghapus jejakmu” jangan ada sejarah kelam masuk kantor polisi…. dan yang tak kalah pentingnya lagi tolong kalo misalnya hal ini terealisir n bang Foke menang contohnya, tolong di buat Planing yang baik (itu tugasnya Insinyur juga loh, dalam tataran perencanaan proyek-proyek mereka) maksudnya jangan sampai ada kemacetan disana sini, jangan sampe ada yang tersumbat (got, kali, selokan, ect) karena pengelolaan proyek yang karena ingin dilihat masyarakat aja adapembangunan, sorry bang kita dah males nunggu berjam-jam Cuma karena macet pembangunan Underpass lah, Busway beberapa bulan yang lalu, monorail, n masih banyak lagi….
Maksud dari akhiri dengan indah, semua janji-janji bisa terealisasi tanpa ada penyelewengan tanpa ada pelanggaran hukum dan HAM, (heheh maksudlo?), jadi bukan penandatangana siap menang siap kalah aja, tapi harus ada Memoradum Of Understanding (MOU) tentang akhiri dengan indah… begitu maksunya bapak-bapak ibu-ibu sekalian yang saya hormati..
Thanks dah nyempetin baca Blong ini…
Mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan saya n kalian semua, kita ciptakan
Indonesia
bermartabat 2010, BEKERJA UNTUK KEUNGGULAN BANGSA, BANGUN NEGARA KESATUAN
INDONESIA
………